Wabah Mematikan Tembus 5.000 Kasus: Tak Terkendali-Belum Ada Obatnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo telah melampaui 5.000 kasus terkonfirmasi, dengan total 5.021 kasus dan 2.378 kematian hingga akhir pekan. Wabah ke-17 ini secara resmi menjadi terbesar dalam sejarah negara, melampaui rekor sebelumnya pada periode 2018-2020. Institut kesehatan masyarakat Kongo membenarkan perubahan status ini sejak akhir Juli lalu.
Epidemi ini disebabkan oleh spesies Ebola Bundibugyo dan saat ini tidak tersedia vaksin atau pengobatan yang disetujui. Penyakit ini pertama kali dideklarasikan pada 15 Mei lalu dan penularannya terus membesar secara signifikan.
Upaya pemerintah untuk mengendalikan wabah terhambat akibat infrastruktur kesehatan yang lemah, penolakan dari komunitas masyarakat, ketidakstabilan wilayah, dan aksi protes dari para pekerja medis. Para pejabat kesehatan mengakui bahwa respons terhadap krisis ini dinilai gagal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 17.12
Wabah Ebola RD Kongo Melampaui 5.000 Kasus dengan 2.000 Lebih Kematian
Berita terkait
Virus Mematikan Menggila! 2 Ribu Orang Tewas-100 Kasus dalam 24 Jam
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 05.30
Wabah Ebola Kini paling Mematikan di Kongo, Korban Jiwa Lampaui 2.300
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 20.18
Tewaskan 2.325 Orang, Ebola di Kongo Catat Kematian Tertinggi dalam Sejarah
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.02
Menteri Bohong Bilang Terkendali, Satu Negara Mencret Parah
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 20.10