Ledakan Ebola di RD Kongo Capai 6.757 Kasus
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) telah mencatat 6.757 kasus terkonfirmasi dengan 3.267 kematian sejak awal wabah, dilaporkan oleh Institut Nasional Kesehatan Masyarakat RD Kongo (INSP) pada 9 September. Dalam 24 jam terakhir, tercatat 71 kasus baru dan 41 kematian. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika) menerima bantuan senilai 106 juta dolar AS (sekitar Rp1,85 triliun) dari Inggrish untuk mendukung operasi lapangan di RD Kongo dan Uganda guna menekan penyebaran virus Ebola varian Bundibugyo. Sayangnya, vaksin dan pengobatan khusus untuk varian ini belum mendapatkan izin resmi, meskipun vaksin Ervebo yang dikirimkan oleh WHO diharapkan dapat memberikan perlindungan. Pada 20 Agustus, WHO mengirim 70.000 dosis vaksin Ervebo untuk melindungi tenaga kesehatan dan keperluan uji klinis. Wabah ini merupakan wabah ke-17 di RD Kongo dan mencatat rekor kematian tertinggi dengan 2.325 korban jiwa, terutama di tengah konflik bersenjata dan ketidakpercayaan masyarakat lokal. Tingkat kematian kasus (CFR) naik menjadi 26,3%, dengan 1.759 kasus terkonfirmasi sejak dideklarasikan pada pertengahan Mei dan tingkat kematian mencapai 34 persen di beberapa area.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 9 September 2026 pukul 22.30
Kasus Ebola di Kongo Capai 6.757, Korban Meninggal 3.267 Orang
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 21.30
Virus Mematikan Menyebar, Tim Pemakaman Jadi Sasaran Kemarahan Warga
Berita terkait
Wabah Ebola RD Kongo Melampaui 5.000 Kasus dengan 2.000 Lebih Kematian
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 17.12
Wabah Mematikan Tembus 5.000 Kasus: Tak Terkendali-Belum Ada Obatnya
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 05.30
Korban Meninggal Akibat Wabah Ebola di Kongo Tembus 3.000 Orang
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 20.05
Pertama dalam Puluhan Tahun, 2 Orang Tewas akibat Wabah Campak di AS
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 07.13