Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

MPR Ungkap Potensi Pengembangan Transisi Energi di RI

Indonesia membutuhkan investasi US$ 230 miliar untuk transisi energi, termasuk US$ 130 miliar untuk 70 GW pembangkit baru (52 GW terbarukan) dan tambahan US$ 100 miliar untuk 100 GW PLTS dengan backup baterai. Investasi tidak dapat hanya bergantung pada negara, PLN, atau BUMN; membutuhkan dukungan swasta domestik dan internasional. Ada tiga prioritas: elektrifikasi sektor transportasi, industri, dan rumah tangga; pengembangan bioenergi melalui biodiesel dan bioetanol; serta energi baru seperti hidrogen dan nuklir. Legal certainty, policy consistency, perizinan panjang, dan incentive menjadi hambatan utama. Indonesia siap dengan ekosistem karbon dan SRUK untuk ekonomi karbon.

Berita terkait