MPR Ungkap Potensi Pengembangan Transisi Energi di RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia membutuhkan investasi US$ 230 miliar untuk transisi energi, termasuk US$ 130 miliar untuk 70 GW pembangkit baru (52 GW terbarukan) dan tambahan US$ 100 miliar untuk 100 GW PLTS dengan backup baterai. Investasi tidak dapat hanya bergantung pada negara, PLN, atau BUMN; membutuhkan dukungan swasta domestik dan internasional. Ada tiga prioritas: elektrifikasi sektor transportasi, industri, dan rumah tangga; pengembangan bioenergi melalui biodiesel dan bioetanol; serta energi baru seperti hidrogen dan nuklir. Legal certainty, policy consistency, perizinan panjang, dan incentive menjadi hambatan utama. Indonesia siap dengan ekosistem karbon dan SRUK untuk ekonomi karbon.
Bagikan
Berita terkait
Pengembangan Panas Bumi RI Masih Terkendala, Bos PGE Beri Masukan Ini
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.17
Airlangga Ajak Jerman Bangun PLTS 100 GW: Kami Butuh Teknologi dan Modal
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 11.52
Pemerintah Buka Lelang PLTS 30 GW Tahap Awal
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 10.30
Bahlil Buka Tender PLTS 100 GW Tahap Pertama 30 GW Tahun Ini
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.41