Ekonomi AS Mendadak Melambat ke 1,5%, Warga Amerika Justru Makin Konsumtif?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonomi Amerika Serikat (AS) secara mengejutkan melambat pada kuartal kedua 2026, dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) hanya mencapai 1,5% per tahun dari April hingga Juni. Angka ini jauh di bawah prediksi analis yang memproyeksikan 2%, dan menurun dari 2,1% di kuartal pertama. Perlambatan ini terjadi di tengah tekanan ganda akibat kecamuk perang versus Iran serta guncangan tarif impor, yang juga memengaruhi penurunan belanja pemerintah, investasi, dan nilai ekspor. Namun, sektor konsumsi rumah tangga, yang menopang lebih dari dua pertiga perekonomian AS, justru menunjukkan daya tahan luar biasa. Pengeluaran konsumen melonjak ke angka 3,2% pada kuartal terakhir, naik drastis dari 0,5% di awal tahun. Meskipun inflasi harga konsumen mencapai 3,5% hingga Juni, masyarakat AS tetap agresif berbelanja barang otomotif, terutama truk ringan, furnitur, hingga obat-obatan resep. Data pertumbuhan ini sejatinya mengecilkan kekuatan asli perekonomian AS. Menurut Bradley Saunders, Ekonom Kuzut Amerika dari Capital Economics, rumah tangga Amerika terbukti mampu mengabaikan tekanan anggaran akibat melambungnya harga bahan bakar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 09.10
Harga-Harga Makin Mahal? Begini Cara Hemat Tanpa Mengorbankan Kenyaman
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 11.24
Destry Damayanti Akan Temui Prabowo 5 Agustus, Bahas Apa?
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 07.59
Meski Perekonomian DIY Tumbuh, Sultan HB X Minta Pemda Waspada
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 18.31
Mencari Sebab PHK Masih Terjadi di RI
Berita terkait
Prabowo Sebut Ekonomi RI Cetak Rekor 13 Tahun di Tengah Ketidakpastian Global
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 16.07
Prabowo Banggakan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tertinggi dalam 13 Tahun
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.47
Prabowo Sebut Ekonomi RI Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.43
Ekonomi Tumbuh 5,29%, Capaian Positif di Tengah Gejolak Dunia
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 12.17