Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Menperin: Hilirisasi Harus Buka Lapangan Kerja dan Perkuat Industri

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong hilirisasi sumber daya alam agar tidak hanya mengolah komoditas menjadi produk antara, tetapi memperpanjang rantai nilai industri hingga menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan menciptakan lapangan kerja di dalam negeri. Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, arahan ini selaras dengan pesan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Presiden menyampaikan bahwa pertumbuhan dan investasi bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Realisasi investasi pada 2025 mencapai Rp 1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja, sementara pada semester I-2026 mencapai Rp 1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja. Kemenperin menargetkan agar setiap investasi tidak hanya membawa modal, tetapi juga teknologi, memperkuat rantai pasok, menggunakan produk dalam negeri, dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Dengan penguatan hilirisasi, diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap negara lain dan meningkatkan nilai tambah yang tinggal di dalam negeri. Industrialisasi diharapkan menghasilkan multiplier effect yang luas, meliputi penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan pemasok bahan baku dan komponen, integrasi industri kecil dan menengah (IKM), aktivitas logistik, pengembangan teknologi, hingga peningkatan ekspor. Berdasarkan data Mei 2026, sektor industri pengolahan memberikan kontribusi 13,53% terhadap penyerapan tenaga kerja nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait