Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Eks Menkeu Beberkan PR Gubernur BI Baru: Jaga Rupiah Hingga Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bambang Brodjonegoro, mantan Menkeu dan CEO Asian Development Bank Institute, menyampaikan sejumlah tantangan bagi Gubernur Bank Indonesia (BI) baru. Salah satunya adalah keterbatasan ruang gerak BI dalam menjaga nilai tukar rupiah akibat cadangan devisa yang relatif kecil, diperkirakan hanya setara lima setengah bulan kebutuhan impor. Meski demikian, BI diharuskan terus memperkuat rupiah melalui pengendalian inflasi, intervensi pasar keuangan, dan penggunaan instrumen suku bunga secara optimal.

Menurut Bambang, peran BI kini tidak hanya fokus pada stabilitas moneter, tetapi juga harus aktif mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa transisi kepemimpinan tidak akan mengganggu operasional BI karena proses pengambilan keputusan bersifat kolegial melalui Dewan Gubernur. Fokus pasar seharusya pada konsistensi kebijakan moneter, bukan sekadar sosok figur pemimpin.

Sementara itu, cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 mencapai US$145,6 miliar atau setara Rp2.618,9 triliun. PT SMF memproyeksikan BI-Rate naik hingga 6,75% pada akhir 2026 untuk meredam tekanan nilai tukar dan menstabilkan cadangan devisa. Pada Juli 2026, rupiah sempat melemah, namun kemudian pulih ke Rp18.065 per dolar AS.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait