Cadangan Devisa Indonesia Naik ke US$ 146,5 Miliar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579573/original/036335300_1778057265-2.jpg)
Cadangan devisa Indonesia mencapai US$ 146,5 miliar pada akhir Agustus 2026, menurut Bank Indonesia (BI). Rupiah menguat 0,46 persen quarter-to-date (qtd) meski menghadapi tekanan dari yield US Treasury 10 tahun mencapai 5,11 persen (tertinggi 2007) serta ketidakpastian konflik Timur Tengah yang mempengaruhi pasokan minyak. Harga minyak Brent kembali di atas US$ 100 per barel. Tekanan domestik meliputi kebutuhan valuta asing importir akhir kuartal III dan arus keluar portofolio dari emerging markets. BI melakukan stabilisasi melalui intervensi NDF offshore, spot, DNDF domestik, serta pembelian SBN. Strategi makin pro-market dengan peningkatan insentif swap dan DNDF Lindung Nilai, serta penulisan ulang transaksi underlying untuk mencakup arus masuk modal portofolio, pinjaman luar negeri bank, dan FDI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 12.30
Rupiah Tertekan Sentimen Global dan Impor Valas, Begini Strategi BI
Detik.com · 24 September 2026 pukul 11.55
Rupiah Terjepit, Yield AS 5,11% hingga Minyak Tembus US $100
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.32
Rupiah Dibayangi Gejolak Global, Bank Indonesia Rilis Jurus Baru Jaga Nilai Tukar
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 15.41
Rupiah Menguat ke Rp17.817 per Dolar AS Ditopang Keputusan BI Tahan Suku Bunga
Berita terkait
Eks Menkeu Beberkan PR Gubernur BI Baru: Jaga Rupiah Hingga Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.27
BI Ungkap 3 Biang Kerok Nilai Tukar Rupiah Melemah
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.10
Nilai Tukar Rupiah Tertekan, BI Siapkan Jurus Intervensi
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 12.50
BI Buka-bukaan Cara Perkuat Rupiah Lawan Dolar AS
Detik.com · 23 September 2026 pukul 15.35