Eksistensi Bangsa Iran Bergantung Perang, Khatami: Jangan Terlalu Emosi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan Presiden Iran Mohammad Khatami memperingatkan bahwa ada pihak di Iran yang meyakini eksistensi bangsa bergantung pada perang, lalu mempertanyakan logika pandangan tersebut. Khatami menyatakan bahwa memimpin masyarakat tidak bisa hanya didasarkan pada emosi semata, meskipun ia mengakui perasaan terlukanya terhadap pembunuhan komandan Iran. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan kepentingan negara, sistem pemerintahan, dan Islam dalam setiap kebijakan. Sementara itu, Mokhtar Haddad, pemimpin redaksi surat kabar Al-Wifaq, meyakini Presiden AS Donald Trump akan akhirnya melemahkan sikap kerasnya dan mematuhi Nota Kesepahaman yang ada. Haddad menggambarkan strategi Trump sebagai langkah yang dimulai dengan tuntutan tinggi sebelum akhirnya mundur, sejalan dengan pola perilaku presiden AS yang telah terbukti.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 17.29
Trump Serukan Menyerah, Iran Klaim Menang Perang dan Diplomasi!
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 18.11
Foto: Utusan Trump Gagal Hentikan Perang, Serangan Israel ke Gaza Terus Berjalan
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 17.14
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.22
Iran Siap Arahkan "Serangan" Baru ke Eropa, Ini Targetnya
Berita terkait
Trump: Iran Harusnya Kibarkan Bendera Putih Tanda Menyerah!
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 07.27
Trump Sebut Akan Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS Usai Kalahkan Iran
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 04.19
Trump Klaim AS Pegang Kendali Penuh atas Selat Hormuz
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 09.44
Update Terbaru Perang Iran, Trump Sebut AS Kuasai 100% Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.40