Trump Serukan Menyerah, Iran Klaim Menang Perang dan Diplomasi!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengklaim Teheran telah "memenangkan perang sekaligus diplomasi" setelah Presiden AS Donald Trump menyerukan Iran menyerah. Araghchi menyatakan Iran bertahan berhari-hari melawan kekuatan militer terbesar dunia yang didukung sekutunya, dan memaksa pihak yang menuntut penyerahan tanpa syarat untuk beralih ke meja perundingan. Menurutnya, Iran menolak gencatan senjata awal, terus bertempur hingga lawan menerima gencatan senjata dan negosiasi sesuai ketentuan Iran. Banyak Menlu negara lain pun mengakui Iran menang di kedua ranah tersebut.
Pernyataan ini datang setelah Trump, pada 17 Agustus 2026, meminta Iran "mengibarkan bendera putih" di tengah kebuntuan negosiasi damai. Kesepakatan sementara (MoU) Juni 2026 menetapkan penghentian operasi militer permanen dan negosiasi kesepakatan final termasuk program nuklir Iran dalam 60 hari. Trump mengumumkan kesepakatan berakhir 7 Juli, sedangkan Iran menyebutnya ditangguhkan. Batas waktu 60 hari tersebut berakhir pada 17 Agustus kemarin.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 16.32
Menlu Iran Tuding Israel Sabotase Kesepakatan Gencatan Senjata dengan AS
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 12.30
IRGC Tepis Klaim Presiden Trump Mengenai Pembicaraan Iran-AS
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 07.27
Trump: Iran Harusnya Kibarkan Bendera Putih Tanda Menyerah!
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 05.15
Tak Bisa Mundur dari Perang Iran, Pakar Militer Sebut Trump Akan Cari Kambing Hitam
Berita terkait
Media Iran Olok-olok Trump setelah Batal Serang Teheran Besar-besaran
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 07.29
Trump-Netanyahu Hebohkan Gunung Pickaxe Iran, Diduga Punya Nuklir Bawah Tanah
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 06.21
Trump Ancam Serang Oman Jika Halangi Kesepakatan Hormuz
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 15.20
Iran Ancam Lancarkan Serangan di Selat Hormuz Jika Negosiasi AS Gagal!
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 11.09