Ekspor Nikel-Timah Cs Tersandera Kandungan LTJ, BKPM Buka Suara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mendorong perusahaan tambang Indonesia memperluas hilirisasi mineral hingga pemanfaatan logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elements. Dorongan ini muncul menyusul tertahannya sebagian pengiriman nickel pig iron (NPI) dari Indonesia yang harus menjalani pengujian tambahan terkait kandungan LTJ.
Direktur Hilirisasi Mineral dan Batu Bara Rizwan Aryadi Ramdhan menegaskan pemerintah mendukung investasi yang meningkatkan nilai tambah mineral, namun hilirisasi tidak boleh berhenti pada produk antara seperti NPI atau MHP. Pemerintah menginginkan pengolahan berlanjut hingga tahap akhir di dalam negeri.
Rizwan menyatakan LTJ termasuk komoditas strategis untuk industri pertahanan dan sektor lainnya, sehingga pemerintah berencana mendorong perusahaan mengembangkan pengolahan LTJ secara lebih lanjut agar tidak diekspor dalam bentuk mentah. Ekosistem hilirisasi mineral diharapkan terus tumbuh dari hulu hingga hilir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 17.12
RI Simpan Potensi Logam Tanah Jarang, Sucofindo Ambil Peran Identifikasi
Berita terkait
Negara Kuat Bukan Lagi yang Punya Minyak-Batu Bara Cs, Tapi Ini..
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 10.20
250 PLTU RI Berpotensi Simpan 'Harta Karun' Masa Depan Dunia
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.00
Ekspor Nikel Kandungan LTJ Masih Jalan, Ambang Batas Belum Ditetapkan
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 16.30
RI Lepas 100 Kapal Ekspor Mineral Senilai Rp 2,2 Triliun
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 21.30