RI Lepas 100 Kapal Ekspor Mineral Senilai Rp 2,2 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Kementerian dan Lembaga terkait berhasil melepas 100 kapal ekspor mineral yang sebelumnya terhambat akibat perbedaan interpretasi ketentuan Logam Tanah Jarang (LTJ). Pelepasan ini dilakukan oleh Kepala Staf Kepresideni Dudung Abdurachman di Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Jumat (7/8) kemarin, dengan fokus pada ekspor Alumina Hidroksida dan Alumina Oksida.
Dari 100 kapal yang dilepas, sekitar 400.000 ton komoditas mineral diekspor dengan nilai US$ 124 juta atau setara Rp 2,2 triliun. KSP menyampaikan bahwa sekitar 80.000 ton komoditas lainnya masih dalam proses penyelesaian. Pelepasan ini diharapkan menggerakkan kembali perdagangan, mendukung devisa negara, dan menjaga keberlangsungan produksi serta pekerjaan di sektor pertambangan, logistik, pelabuhan, dan industri pendukung.
Meskipun mendorong kelancaran ekspor, pemerintah tetap menekankan pentingnya kepastian hukum dan pengawasan. Seluruh komoditas ekspor wajib memenuhi standar pengujian, verifikasi teknis, dan ketentuan yang berlaku. KSP menyatakan komitmennya untuk terus mengurai hambatan lintas sektor demi menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mendukung pertumbuhan investasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 14.25
100 Kapal Nikel Cs Sudah Resmi Ekspor, Rp2,2 Triliun Terselamatkan
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 13.50
Masalah LTJ Tuntas! 100 Kapal Nikel Cs Kembali Berlayar Ekspor
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 12.15
Pemerintah Siapkan Revisi Aturan Ketentuan Logam Tanah Jarang
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 18.45
Desain Pengembangan LTJ, Bahlil: Ke Depannya Diolah di Dalam Negeri
Berita terkait
Keran Ekspor Nikel Cs Dibuka Lagi, Ini Reaksi Pengusaha
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 16.15
Video: Jurus KSP Amankan Potensi 350 Juta Ton Logam Tanah Jarang RI
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 14.01
KSP & Bahlil Buka Suara soal Ekspor 'Harta Karun' RI
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 07.25
Video: KSP Dudung Buka-bukaan Soal Polemik Logam Tanah Jarang
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 18.11