Epidemi Merokok Tak Kunjung Usai, THR Dinilai Layak Dipertimbangkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Epidemi merokok dianggap sulit berkurang hanya melalui pencegahan semata. Oleh karena itu, strategi tobacco harm reduction (THR) atau pengurangan risiko tembakau perlu menjadi bagian dari kebijakan pengendalian tembakau. Pendekatan ini ditujukan bagi perokok dewasa yang belum berhasil berhenti, dengan mendorong mereka beralih dari rokok konvensional ke produk nikotin alternatif yang tidak melibatkan pembakaran. Menurut Ruth Bonita dan Robert Beaglehole dalam jurnal The Lancet, kebijakan global perlu beradaptasi dengan bukti ilmiah terbaru terkait produk nikotin bebas asap. Mereka menekankan bahwa jika tujuannya adalah mengakhiri epidemi merokok, prioritas utama adalah mempercepat transisi dari penggunaan rokok ke produk alternatif. Produk yang dibahas meliputi rokok elektronik, tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin. Dengan demikian, THR dianggap layak dipertimbangkan sebagai pelengkap upaya pengendalian tembakau agar lebih efektif dan berbasis bukti.
Bagikan
Berita terkait
Kemenko PMK dan Petani: Wacana Ambang Batas Nikotin Belum Jadi Prioritas
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 14.13
3 Kebiasaan Sehari-hari yang Meningkatkan Risiko Stroke
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 21.11
Pertama Kali dalam Sejarah Manusia, Dunia Hadapi Penurunan Populasi di Bawah Tingkat Penggantian
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 12.50
DPRD Kab. Bandung: Aturan Rancangan Permenkes Tembakau Tambah Beban Ekonomi ke Pemda
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 06.50