Kemenko PMK dan Petani: Wacana Ambang Batas Nikotin Belum Jadi Prioritas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Petani tembakau dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, menolak rancangan aturan yang membatasi kadar nikotin (<1%) dan tar (<10%) dalam produk tembakau. Mereka menggelar demonstrasi di Gedung Kemenko PMK, Jakarta, pada 21 Juli 2026, menyatakan bahwa aturan tersebut akan merugikan mata pencaharian mereka. Contoh dari Jember, di mana tembakau merupakan komoditas utama dengan varietas seperti Besuki Na-Oogst dan Kasturi, akan terdampak parah.
Menanggapi protes, Kemenko PMK melalui perwakilannya menyatakan bahwa wacana pembatasan nikotin dan tar belum menjadi prioritas dan masih dalam tahap koordinasi awal dengan kementerian lain seperti Kemenperin dan Kemendag. Surat kesepakatan ditandatangani pada 21 Juli 2026, menegaskan bahwa pembahasan dan penetapan aturan tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Substansi aturan masih akan ditelaah secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak.
Ketua Umum APTI, Agus Parmuji, memperingatkan bahwa ada 2,5 juta petani tembakau di Indonesia yang terancam jika aturan diterapkan, menekankan pentingnya menjaga kesejahteraan petani. Kemenko PMK berkomitmen untuk mencari solusi seimbang antara aspek kesehatan masyarakat, keberlanjutan ekonomi, dan perlindungan petani.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 23.05
Penyeragaman Bungkus Rokok Dinilai Sebagai Langkah yang Keliru
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 15.24
Daftar Komjen Polri Pensiun Tahun Ini: Ada Karyoto dan Fadil Imran
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 19.30
Prabowo: Kalau Perlu Kita Kembali Pakai Ijuk dan Rumbai
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 14.27
Waka Komisi IX DPR Soroti Data 112 Juta Warga Kekurangan Gizi
Berita terkait
Riset Ungkap Respons Konsumen terhadap Perubahan Produk Tembakau
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 00.24
Epidemi Merokok Tak Kunjung Usai, THR Dinilai Layak Dipertimbangkan
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 00.08
Prabowo Sebut Perda Bakar Lahan 'Menipu', Hak Istimewa Presiden Dicolek
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 13.30
Dokter Meninggal Setahun Lalu tapi Klinik di Semarang Masih Layani Pasien
Detik.com · 25 September 2026 pukul 14.15