Eropa Berencana Melarang Anak di Bawah Usia 15 Tahun Menggunakan Chatbot AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Uni Eropa (UE) berencana mengusulkan larangan bagi anak-anak di bawah usia 15 tahun menggunakan chatbot AI, media sosial, platform video, dan permainan daring sebagai bagian dari EU Kids Act. Rencana ini diumumukan pada 17 September 2024 oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Komisioner Teknologi Henna Virkkunen. Kebijakan ini bertujuan melindungi anak-anak dari penyalahgunaan dan eksploitasi di dunia maya, sekaligus membatasi akses perusahaan teknologi terhadap anak-anak. Akses ke layanan online akan dibagi berdasarkan kelompok usia, dengan perusahaan teknologa harus mematuhi kewajiban yang berbeda tergantung jenis layanan dan usia pengguna, serta membayar biaya untuk pemantauan dan penegakan peraturan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 20.30
Manusia Rp3.000 Triliun Ditelepon Trump di Tengah Acara, Bahas Apa?
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 20.22
Perlombaan AI AS-Tiongkok antara Ancaman Eksistensial dan Dominasi Global
JawaPos · 15 September 2026 pukul 19.15
Elon Musk dan Bos Open AI Sepakat Dukung Perlambatan Pengembangan AI di Tengah Risiko Teknologi
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.05
China Bilang Amerika Cuma Gertak, Tuduh Ada Motif Tersembunyi
Berita terkait
OpenAI Batal IPO di 2026, Sam Altman Bilang Belum Saatnya Melantai
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 18.45
Samsung Sudah Ketemu Pengganti Nvidia, Dominasi AS Digoyang
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 18.30
Menaker Sebut AI Bisa Naikkan Produktivitas Hingga 40%
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 17.00
iPhone 18 Pro resmi meluncur, ini 10 fitur barunya
ANTARA News · 15 September 2026 pukul 15.30