Perlombaan AI AS-Tiongkok antara Ancaman Eksistensial dan Dominasi Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat dan Tiongkok terlibat persaingan sengit dalam dominasi kecerdasan buatan (AI). Tiongkok melalui New Generation Artificial Intelligence Development Plan berupaya memimpin AI global pada akhir dekade ini. Berdasarkan laporan AI Index 2026 dari Stanford University, kesenjangan performa AI antara kedua negara telah tertutup, terbukti dengan model DeepSeek yang hanya tertinggal 0,4% dari model unggulan OpenAI pada Februari 2025.
Perbedaan mendasar terletak pada motivasi regulasi. AS lebih mengkhawatirkan ancaman eksistensial kemanusiaan akibat AI yang tidak terkendali, sementara Tiongkok memandang AI sebagai instrumen vital untuk mempertahankan kekuasaan Partai Komunis dan keamanan nasional. Meskipun ada usulan pendekatan moderat untuk menciptakan posisi tawar global, ketegangan tetap tinggi dengan adanya tuduhan distilasi data ilegal dan sanksi perdagangan antar kedua negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.05
China Bilang Amerika Cuma Gertak, Tuduh Ada Motif Tersembunyi
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 20.30
Manusia Rp3.000 Triliun Ditelepon Trump di Tengah Acara, Bahas Apa?
JawaPos · 15 September 2026 pukul 19.15
Elon Musk dan Bos Open AI Sepakat Dukung Perlambatan Pengembangan AI di Tengah Risiko Teknologi
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 18.45
OpenAI Batal IPO di 2026, Sam Altman Bilang Belum Saatnya Melantai
Berita terkait
Eropa Berencana Melarang Anak di Bawah Usia 15 Tahun Menggunakan Chatbot AI
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 18.41
Samsung Sudah Ketemu Pengganti Nvidia, Dominasi AS Digoyang
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 18.30
Menaker Sebut AI Bisa Naikkan Produktivitas Hingga 40%
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 17.00
iPhone 18 Pro resmi meluncur, ini 10 fitur barunya
ANTARA News · 15 September 2026 pukul 15.30