Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemendiktisaintek Imbau Kampus Terapkan Kuliah Daring
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada September 2026 menyebabkan aktivitas pembelajaran dan layanan kampus terganggu akibat debu vulkanik. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengimbau seluruh pergurukuan tinggi negeri dan swasta untuk sementara mengalihkan layanan pendidikan ke sistem daring atau hybrid. Imbuan ini disampaikan Wakil Menteri Fauzan dalam Konferensi Pers Update Situasi Terkini Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau. Tujuannu adalah menjaga kesehatan dan keselamatan sivitas akademika dari risiko paparan debu vulkanik. Perguruan tinggi juga disarankan mengurangi aktivitas di luar kampus untuk meminimalkan paparan debu vulkanik. Layanan kantor, proses belajar mengajar, dan kegiatan akademik lainnya dapat dilaksanakan secara daring atau dengan metode lain yang efektif mengurangi risiko kesehatan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 20.50
Abu Anak Krakatau, Kampus Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Berita terkait
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Debu Hitam Masuk Rumah Warga Pulau Sebesi
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 15.20
Tangani Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau, BNPB Upayakan Operasi Modifikasi Cuaca
JawaPos · 7 September 2026 pukul 14.15
BPBD Pastikan Abu Vulkanis Gunung Anak Krakatau Belum Masuk Jateng
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 14.10
RI Dilanda Rentetan Bencana, Prabowo Mau Tingkatkan Dana Mitigasi
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.04