Fahri Hamzah Blak-blakan Soal Arti Rumah, Ungkap Hal Tak Terduga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menyatakan bahwa rumah bukan sekadar komoditas pasar, tetapi merupakan hak asasi manusia dan kebutuhan dasar yang harus dijamin negara. Ia membandingkan pentingnya rumah dengan sembako, sehingga perannya sebagai barang publik perlu didukung oleh kebijakan negara yang komprehensif. Menurutnya, isu perumahan juga berkaitan dengan martabat masyarakat, terutama bagi mereka yang masih tinggal di hunian tidak layak. Fahri menekankan tiga pilar penting dalam pembangunan perumahan: penguasaan negara atas tanah, tata ruang, dan sistem pembiayaan jangka panjang. Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan lahan negara yang belum tertata untuk membangun kawasan perkotaan secara masif dan transformatif, sekaligus menyediakan hunian yang layak, bermartabat, dan terjangkau.
Untuk mewujudkan visi ini, Fahri menegaskan perlunya perubahan sistem perumahan nasional agar tidak seluruhnya bergantung pada mekanisme pasar. Salah satu langkahnya adalah memastikan rumah subsidi tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Ia menekankan bahwa sistem perumahan harus dibangun secara berurutan, dimulai dari identifikasi calon penerima, pembuatan database, hingga penyusunan pasokan hunian dan pembiayaan yang tepat. Dengan demikian, penyediaan rumum bisa dijamin layak seperti kebutuhan pokok lainnya.
Bagikan
Berita terkait
Mendagri Dorong Pemanfaatan Data BPS untuk Tekan Backlog Perumahan
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.16
Mendagri Dorong Pemanfaatan Data BPS untuk Tekan Backlog Perumahan
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 22.12
Akademisi dan Pengamat Kebijakan Nilai Polri Berhasil Cegah Kerusuhan Meluas Dalam Aksi 27 Agustus
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 07.34
Akademisi Nilai Polri Berhasil Cegah Kericuhan Aksi 27 Agustus Meluas
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 22.25