Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

FBI Puji Polri Ungkap Penipuan BEC, Dana Korban Perusahaan AS Rp 5 M Selamat

FBI mengapresiasi Polri dan PPATK yang berhasil mengungkap kasus penipuan Business Email Compromise (BEC) terhadap perusahaan asal Amerika Serikat, IQ Power Tool. Dari kerugian sebesar USD 350.325 atau sekitar Rp 5,7 miliar, sebagian besar dana berhasil diselamatkan. Perwakilan FBI, Son Nguyen, menyampaikan terima kasih atas tindakan tegas Polri yang memungkinkan pemulihan dana dari korban warga Amerika. Kasus ini menunjukkan bahwa kejahatan siber lintas negara tetap dapat ditindak melalui kerja sama antar penegak hukum.

Polri berhasil mengungkap kasus ini melibatkan pelaku lintas negara. Dua tersangka yang ditangkap adalah LPK (56), WNI, dan LJ (46), warga negara China. Keduanya diduga bekerja atas instruksi CW, warga negara China yang masih diburu. Modusnya melibatkan pencemukan email bisnis antara IQ Power Tool dan Duro Machinery Corp dalam transaksi jual beli perangkat keras komputer. Pelaku membuat email palsu untuk mengalihkan pembayaran ke rekening yang telah disiapkan.

PPATK berhasil menemukan aliran dana mencurigamous dan melakukan pemblokiran. Saat rekening diblokir, masih tersisa USD 285.859 atau sekitar Rp 5 miliar. LPK dan LJ sepakat mendapatkan 5 persen dari setiap transaksi hasil penipuan. LPK juga membuat perusahaan fiktif PT Aksesoris Andalan Bersama (AAB) untuk menampung dana hasil kejahatan. Kedua tersangka dijerat pasal terkait UU ITE, penipuan, transfer dana, dan pencucian uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait