Fenomena Makan Tabungan Makin Eksis di RI, Banyak Kelas Menengah Jatuh Miskin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Riset Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menunjukkan rata-rata tabungan masyarakat pada kelompok simpanan di bawah Rp100 juta terus merosot selama beberapa tahun terakhir. Data Perbanas mencatat rata-rata saldo rekening segmen ini turun dari Rp3,1 juta per rekening pada 2018 menjadi Rp1,8 juta pada 2024, dan kembali menyentuh Rp1,7 juta per rekening per Mei 2026. Penurunan ini memicu fenomena "makan tabungan," di mana masyarakat terpaksa menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan harian.
Chief Economist Perbanas Winang Budoyo menjelaskan bahwa meskipun akumulasi total dana simpanan pada segmen tersebut secara umum masih tumbuh, nilai tabungan per individu justru menunjukkan tren penurunan nyata. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kebutuhan hidup masyarakat kelas menengah ke bawah lebih besar dibandingkan kemampuan mereka untuk menabung. Fenomena ini berpotensi membuat semakin banyak kelas menengah jatuh ke dalam kemiskinan karena cadangan keuangan mereka terus menyusut.
Bagikan
Berita terkait
Belajar Ekonomi Merdeka dari Lomba 17 Agustus
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 17.19
Refleksi HUT ke-81 RI: Kelas Menengah Jungkir Balik Pikul Beban Berat
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 11.17
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan: Tantangan Indonesia Membangun Ekonomi yang Adil
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 08.30
Prabowo Beberkan Asumsi Makro Ekonomi RI 2027, Targetkan Pertumbuhan 6 Persen
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 16.01