Fenomena Makan Tabungan Makin Eksis di RI, Banyak Kelas Menengah Jatuh Miskin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Riset Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menunjukkan rata-rata tabungan masyarakat pada kelompok simpanan di bawah Rp100 juta terus merosot selama beberapa tahun terakhir. Data Perbanas mencatat rata-rata saldo rekening segmen ini turun dari Rp3,1 juta per rekening pada 2018 menjadi Rp1,8 juta pada 2024, dan kembali menyentuh Rp1,7 juta per rekening per Mei 2026. Penurunan ini memicu fenomena "makan tabungan," di mana masyarakat terpaksa menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan harian.
Chief Economist Perbanas Winang Budoyo menjelaskan bahwa meskipun akumulasi total dana simpanan pada segmen tersebut secara umum masih tumbuh, nilai tabungan per individu justru menunjukkan tren penurunan nyata. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kebutuhan hidup masyarakat kelas menengah ke bawah lebih besar dibandingkan kemampuan mereka untuk menabung. Fenomena ini berpotensi membuat semakin banyak kelas menengah jatuh ke dalam kemiskinan karena cadangan keuangan mereka terus menyusut.
Bagikan
Berita terkait
Penjelasan BPS soal Angka Kemiskinan Indonesia Jauh Lebih Kecil dari Versi Bank Dunia
JawaPos · 11 September 2026 pukul 14.00
Beda Data Kemiskinan Bank Dunia dan BPS, Mana yang Lebih Tepat?
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 13.30
Angka Kemiskinan Indonesia Jauh Lebih Kecil dari Versi Bank Dunia, Ini Penjelasan BPS
JawaPos · 11 September 2026 pukul 13.00
BPS Ungkap Alasan Data Kemiskinan RI Versi Bank Dunia Melonjak 64%
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 08.25