Beda Data Kemiskinan Bank Dunia dan BPS, Mana yang Lebih Tepat?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Terdapat perbedaan data kemiskinan Indonesia antara BPS dan Bank Dunia karena perbedaan tujuan serta metode pengukuran. BPS menggunakan garis kemiskinan nasional berdasarkan biaya hidup minimum pangan dan nonpangan di 75 wilayah Indonesia, sementara Bank Dunia menggunakan standar global. Keduanya menegaskan bahwa perbedaan angka ini bukan indikasi penurunan kondisi masyarakat, melainkan perbedaan standar pengukuran.
BPS mencatat tingkat kemiskinan Maret 2026 sebesar 8,07%, turun dari 8,47% pada Maret 2025. Garis kemiskinan BPS ditetapkan sebesar Rp669.235 per orang per bulan atau sekitar USD3,60 per hari. Data BPS dianggap paling relevan untuk dasar kebijakan ekonomi dan pembangunan nasional karena menyesuaikan kondisi sosial ekonomi lokal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 11 September 2026 pukul 14.00
Penjelasan BPS soal Angka Kemiskinan Indonesia Jauh Lebih Kecil dari Versi Bank Dunia
JawaPos · 11 September 2026 pukul 13.00
Angka Kemiskinan Indonesia Jauh Lebih Kecil dari Versi Bank Dunia, Ini Penjelasan BPS
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 08.25
BPS Ungkap Alasan Data Kemiskinan RI Versi Bank Dunia Melonjak 64%
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 21.32
BPS dan Bank Dunia menjelaskan perbedaan angka kemiskinan RI
Berita terkait
BPS Jelaskan Beda Angka Kemiskinan dengan Laporan Bank Dunia
kumparan · 11 September 2026 pukul 11.31
Mengapa Tingkat Kemiskinan versi BPS dan Bank Dunia Begitu Jomplang? Ini Jawabannya!
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 20.42
Perbedaan Garis Kemiskinan Versi BPS dan Bank Dunia, Ini Penjelasan Lengkapnya
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.41
Data Kemiskinan RI Versi BPS dan Bank Dunia Berbeda, Kok Bisa?
Detik.com · 10 September 2026 pukul 20.36