BPS Ungkap Alasan Data Kemiskinan RI Versi Bank Dunia Melonjak 64%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BPS menjelaskan perbedaan signifikan angka kemiskinan Indonesia versi nasional (8,07%) dan versi Bank Dunia (64,1%) per Maret 2026. Meskipun menggunakan sumber data Susenas yang sama, keduanya memiliki tujuan dan standar pengukuran berbeda. BPS menggunakan garis kemiskinan domestik sebesar Rp669.235 per orang per bulan yang disesuaikan dengan biaya hidup riil di Indonesia.
Lonjakan angka versi Bank Dunia terjadi karena Indonesia naik status menjadi negara berpendapatan menengah atas (Upper-Middle-Income Country). Hal ini memicu kenaikan ambang batas kemiskinan internasional dari US$4,20 menjadi US$8,30 per orang per hari. BPS menegaskan kenaikan ini adalah dampak perubahan standar global, bukan penurunan kondisi ekonomi masyarakat. Untuk kebijakan nasional, pemerintah tetap menggunakan acuan BPS yang mencatat penurunan kemiskinan dari 8,47% pada 2025 menjadi 8,07% pada 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 21.32
BPS dan Bank Dunia menjelaskan perbedaan angka kemiskinan RI
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 20.42
Mengapa Tingkat Kemiskinan versi BPS dan Bank Dunia Begitu Jomplang? Ini Jawabannya!
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.41
Perbedaan Garis Kemiskinan Versi BPS dan Bank Dunia, Ini Penjelasan Lengkapnya
Detik.com · 10 September 2026 pukul 20.36
Data Kemiskinan RI Versi BPS dan Bank Dunia Berbeda, Kok Bisa?
Berita terkait
Angka Kemiskinan BPS Beda Standar dari Bank Dunia, CORE Soroti Tingginya Warga Rentan Ekonomi
JawaPos · 7 September 2026 pukul 17.30
Angka Kemiskinan versi BPS Beda Jauh dari Bank Dunia, Indef: Garis Kemiskinannya Terlalu Rendah
JawaPos · 6 September 2026 pukul 06.15
Ekonom Ungkap Prediksi Mengerikan Ekonomi Indonesia pada 2027
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 20.00
64% Rakyat Indonesia Miskin Versi World Bank, BPS Cuma 8%? Ini Penjelasan Ekonom
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 19.20