Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

BPS Ungkap Alasan Data Kemiskinan RI Versi Bank Dunia Melonjak 64%

BPS menjelaskan perbedaan signifikan angka kemiskinan Indonesia versi nasional (8,07%) dan versi Bank Dunia (64,1%) per Maret 2026. Meskipun menggunakan sumber data Susenas yang sama, keduanya memiliki tujuan dan standar pengukuran berbeda. BPS menggunakan garis kemiskinan domestik sebesar Rp669.235 per orang per bulan yang disesuaikan dengan biaya hidup riil di Indonesia.

Lonjakan angka versi Bank Dunia terjadi karena Indonesia naik status menjadi negara berpendapatan menengah atas (Upper-Middle-Income Country). Hal ini memicu kenaikan ambang batas kemiskinan internasional dari US$4,20 menjadi US$8,30 per orang per hari. BPS menegaskan kenaikan ini adalah dampak perubahan standar global, bukan penurunan kondisi ekonomi masyarakat. Untuk kebijakan nasional, pemerintah tetap menggunakan acuan BPS yang mencatat penurunan kemiskinan dari 8,47% pada 2025 menjadi 8,07% pada 2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait