Forum Intelektual Desak Pemerintah Tak Sering Gonta-ganti Kurikulum
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Forum Intelektual Antardisiplin (FIAD) menilai kurikulum pendidikan di Indonesia tidak perlu terus ganti-ganti. Yang lebih penting, evaluasi implementasinya harus diperkuat. Dalam pertemuan di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, para intelektual menekankan butuh pendampingan, pemantauan, dan evaluasi dampak kebijakan. Pendidikan tidak hanya tentang menyampaikan pengetahuan, tapi juga membentuk berpikir kritis, keadilan, dan civility. Siswa perlu ruang bertanya, mengeksplorasi, serta memahami hak-hak di dunia kerja. FIAD mendesak otonomi kontekstual sekolah dan otonomi profesional guru. Sejak reformasi 1998, kurikulum berubah 4 kali: KBK (2004), KTSP (2006), K-13 (2013), Kurikulum Merdeka (2022).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 10.45
Tren Baru di China, Tolak Pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 04.51
Kekurangan Jumlah Guru Diatasi Lewat Seleksi CPNS, Bukan Tes PPPK
Berita terkait
Kemendikdasmen Siapkan Skema Peningkatkan Kesejahteraan, Karier, Guru P3K Paruh Waktu & Honorer
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 18.41
Waka Komisi X DPR Minta Guru PPPK Paruh Waktu Dijamin Jadi Penuh Waktu
kumparan · 12 September 2026 pukul 16.38
Pengangkatan PPPK ke PNS Bertahap & Tanpa Tes Saja, Usia 35 Tahun Plus Diakomodasi
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 17.38
Prinsip Less but More dalam Pembelajaran Mendalam
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 05.05