Begini Cara Freeport Pulihkan Tambang Usai Insiden Longsor Tahun Lalu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Freeport Indonesia (PTFI) mempercepat pemulihan operasional tambang Grasberg Block Caving (GBC) pasca insiden longsor material basah pada September 2025. Perusahaan telah menyelesaikan 84% dari 800.000 ton material lumpur basah yang harus dihapuskan serta membangun sistem drainase raksasa. Upaya mitigasi meliputi pembangunan empat drift pengaliran air setinggi 300 meter, dua terowongan sepanjang 1,5 km, serta sistem kabel baja 3 km untuk menggantung pompa penyedot di area berbahaya. Target produksi PTFI mencapai 65% pada akhir 2026, 75% pada semester pertama 2027, dan 100% pada akhir 2027. Kapasitas produksi akhir semester kedua 2026 diproyeksikan mencapai 800 juta pon tembaga dan 700.000 ons emas.
Bagikan
Berita terkait
Pasca Longsor, Freeport Bisa Produksi Tambang Bawah Tanah 65% H2-2026
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 08.45
59 Tahun Beroperasi di RI, Ternyata Segini Setoran Freeport ke Negara
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.10
Produksi Tambang Bawah Tanah Freeport Pulih 100% di Akhir 2027
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 12.05
Freeport Sudah Ajukan Perpanjangan Izin Tambang (IUPK), Ini Kata ESDM
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 20.20