GAPKI Minta Pengecualian Strict Liability Karhutla, PWI Ingatkan Pers Jangan Membebek Industri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meminta pengecualian strict liability dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) apabila api berasal dari luar konsesi, terutama pada cuaca ekstrem. Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyatakan perusahaan secara otomatis dianggap lalai meski titik apinya dari luar. GAPKI juga membantu pemadaman di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau. Sementara itu, PWI menegaskan media harus memberitakan praktik sawit ramah lingkungan namun tetap kritis terhadap industri. Ketua Umum PWI Akhmad Munir menilai tantangan utama adalah membuktikan tata kelola yang bermanfaat bagi masyarakat. PWI juga menekankan pentingnya memahami posisi sawit dalam perekonomian, termasuk kontribusi devisa, tenaga kerja, dan ketahanan energi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 29 Agustus 2026 pukul 11.30
Tersangka Karhutla di Bareskrim Bertambah Jadi 89 Orang, Seluruhnya Perorangan
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 10.00
Ketua MPR Prihatin Karhutla Meluas, tapi Puji Pemerintah: Kami Lihat...
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 10.00
Ketua MPR Prihatin Karhutla Meluas, tapi Puji Pemerintah: Kami Melihat...
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 09.58
Garap Hutan Tanpa Izin dan Sebabkan Karhutla, Pria di Bengkalis Ditangkap Polisi
Berita terkait
Ucapan Lengkap Bos Sawit Respons Tudingan Soal Kebakaran Hutan-Lahan
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 20.00
APHI dan GAPKI Kompak Imbau Anggota Perkuat Pencegahan Karhutla
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 18.43
Titik Api Terus Bermunculan, Warga Biak Numfor Papua Minta Penanganan Karhutla Diperkuat
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 06.19
Dua Ular Piton Mati Terpanggang Akibat Karhutla di Jambi
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 00.06