Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Garuda Catatkan Anomali Positif di Tengah Beban Avtur Industri Aviasi Global

Industri penerbangan global mengalami tekanan biaya akibat lonjangan harga avtur. Hingga April 2026, jet fuel naik 121% dibandingkan April 2025, dengan perkiraan rata-rata USD152 per barel tahun 2026 – hampir 70% lebih tinggi dari 2025. Konflik Timur Tengah memicu gangguan pasokan energi global. Singapore Airlines dan Lufthansa Group mengalami penekanan profitabilitas meski revenue tetap tumbuh. Di Indonesia, pengamat Alvin Lie menyatakan Agustus-November 2026 sebagai masa kritis bagi maskapai akibat harga avtur, pelemahan rupiah, dan low season. Avtur menyumbang lebih dari separuh biaya operasional maskapai, dengan 90% biaya menggunakan mata uang asing. Garuda Indonesia mencatat revenue naik 16,0% menjadi USD1,80 miliar pada Semester I 2026, EBIT naik 12,7% menjadi USD74,0 juta, namun rugi bersih tetap ada sebesar USD113,0 juta.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait