Gas Pol, Rupiah Ditutup Menguat Terhadap USD, Bakal Berlanjut Pekan Depan?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 89 poin atau 0,49% pada penutupan perdagangan Jumat, mencapai Rp 18.022 per USD dari sebelumnya Rp 18.111 per USD. Penguatan ini didorong oleh penurunan harga minyak mentah karena ketegangan di Timur Tengah mereda dan lalu lintas di Selat Hormuz membaik. Selat Hormuz sempat terblokade sejak konflik AS-Israel dengan Iran dimulai pada 28 Februari, memengaruhi pasar minyak. Sentimen lain datang dari Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga tidak berubah sesuai perkiraan, meski Ketua The Fed Kevin Warsh tidak memberikan sinyal jelas mengenai rencana inflasi dan suku bunga ke depan. Keputusan ini tidak bulat, dengan tiga pembuat kebijakan mendesak kenaikan suku bunga lebih lanjut karena inflasi masih tinggi. Selain itu, data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS untuk bulan Juni yang lebih rendah dari ekspektasi membantu meredakan kekhawatiran tentang inflasi dan suku bunga yang tinggi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 15.44
Rupiah Melemah 0,32% dalam Sepekan, Pekan Depan Diramal Sentuh Rp18.300
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 19.45
Aliran Dana Asing Masuk Tembus Rp 195 Triliun hingga Juni 2026
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 19.00
Rupiah Perkasa di Akhir Pekan, Menguat ke 18.022 per Dolar AS
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 17.28
Rupiah Menguat Tipis-tipis, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp18.022 per Dolar AS
Berita terkait
Rupiah Berbalik Menguat Tipis Sore Ini, Dolar AS Parkir di Rp17.860
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 15.06
Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 09.57
Rupiah Dibuka Melemah terhadap Dolar AS, Begini Prediksi Hari Ini
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 10.33
Rupiah Menguat Usai Pidato Prabowo, Dolar AS Turun ke Rp17.820
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.08