Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Perkasa di Akhir Pekan, Menguat ke 18.022 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Jumat, naik 89 poin atau 0,49% menjadi 18.022 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di 18.111 per dolar AS. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa penguatan rupiah salah satunya ditopang oleh penurunan harga minyak mentah karena meredanya ketegangan di Timur Tengah dan peningkatan arus lalu lintas di Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi sekitar seperlima pengiriman global minyak mentah dan gas alam cair.

Selain perkembangan di Timur Tengah, pelaku pasar mencermati kebijakan moneter AS. Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga sesuai perkiraan pasar, meskipun tiga pembuat kebijakan mendorong kenaikan lebih lanjut di tengah inflasi yang masih sulit turun. Ketua The Fed Kevin Warsh belum memberikan sinyal jelas mengenai arah kebijakan selanjutnya. Data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS periode Juni tercatat lebih rendah dari perkiraan, membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan tingginya suku bunga. PCE merupakan indikator inflasi utama The Fed, namun indeks inti PCE masih jauh di atas target tahunan 2 persen, dan pasar memperhitungkan kemungkinan satu kali kenaikan suku bunga akhir tahun ini.

Dengan kombinasi sentimen tersebut, rupiah berhasil mengakhiri perdagangan Jumat di zona hijau dan kembali mendekati level 18.000 per dolar AS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait