Rupiah Melemah 0,32% dalam Sepekan, Pekan Depan Diramal Sentuh Rp18.300
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 0,32% selama sepekan, meskipun ditutup menguat 0,49% pada perdagangan terakhir pekan ini. Pelemahan ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah setelah serangan rudal Iran terhadap pasukan AS, yang meningkatkan kekhawatiran risiko geopolitik. Pelaku pasar memperkirakan rupiah berpotensi mencapai level Rp18.300 per dolar AS pada pekan depan.
Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati rapat Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%. Keputusan ini diwarnai perbedaan pandangan di internal FOMC, dengan tiga dari 12 anggota menginginkan kenaikan suku bunga 25 basis poin untuk mengendalikan inflasi. Ketua The Fed Kevin Warsh menilai pasar tenaga kerja yang ketat membantu meredakan tekanan inflasi, namun tetap membuka peluang penyesuaian kebijakan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada posisi Rp18.022 per dolar AS pada Jumat, dengan kurs JISDOR menguat 0,11% menjadi Rp18.058 per dolar AS. Namun, dibandingkan posisi sepekan sebelumnya, nilai tukar rupiah masih terkoreksi dari level Rp17.963 per dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 09.40
Rupiah Menguat ke Rp17.985 per Dolar AS Pagi Ini
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 18.09
Gas Pol, Rupiah Ditutup Menguat Terhadap USD, Bakal Berlanjut Pekan Depan?
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 15.06
Rupiah Gagal Bertahan, Dolar Menguat ke Rp18.015
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 11.42
Rupiah Kembali Melemah, Harga Minyak dan Defisit Dagang Jadi Beban
Berita terkait
Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Rp18.050
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 09.06
Rupiah Terkoreksi, Pagi Ini Dolar AS Dibuka Naik ke Rp18.060
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 09.03
Geopolitik Global Memanas, Simak Prediksi Rupiah Pekan Depan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 19.17
Rupiah Menguat ke Rp17.868 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 09.30