Gelombang Akustik dan Abu Erupsi Anak Krakatau: Mekanisme dan Dampak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung Anak Krakatau erupsi mulai 4 September 2026 pukul 23.07 WIB, dengan dentuman terdengar hingga 258 km (Bandung) dan abu vulkanik terdeteksi hingga FL500 (15,2 km), menyebar hingga 3.000 km akibat angin barat. Aktivitas mencapai amplitudo 70 mm selama 21.600 detik, masih pada status Level III (Siaga) dengan larangan 3 km dari kawah. Dampak utama termasraf penghentian 1.500 penerbangan dan 170.000 penumpang, kerusakan infrastruktur ringan, hingga risiko kesehatan akibat partikel abu halus. Belum ada laporan korban jiwa hingga 6 September, namun kerusakan material dalam pendataan. Dentuman jauh tidak selalu berbahaya fisik, sementara abu tipis justru mengganggu penerbangan dan sektor ekonomi secara luas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.33
Anak Krakatau Muncul di Permukaan Laut Hampir 100 Tahun, Ini Jejaknya
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 07.15
Letusan Anak Krakatau Tak Bisa Diremehkan, Sejarah Kelamnya Pernah Bikin Geger Dunia
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 15.00
Penerbangan Terdampak Abu Anak Krakatau, Garuda Indonesia Siapkan Opsi Refund
Berita terkait
Anak Krakatau Siaga III, ASDP Buka Suara soal Penyeberangan Merak
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 12.55
Anak Krakatau Batuk, Pakai Masker dong
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 08.02
Penjelasan Badan Geologi soal Dentuman Misterius di Bandung, Terkait Erupsi Anak Krakatau?
JPNN.com · 5 September 2026 pukul 21.30
Anak Krakatau Erupsi, Pengusaha Hotel di Carita Ungkap Efek Dahsyatnya
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 15.30