Gelombang Penolakan Membesar, Rencana FIFA Menjual Saham Piala Dunia Terancam Kandas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

FIFA berencana menjual sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia, namun rencana ini menghadapi gelombang penolakan dari konfederasi sepak bola. Setelah UEFA menyatakan keberatan, kini CONCACAF (Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia) juga ikut menolak. CONCACAF mempertanyakan alasan FIFA membuka peluang bagi investor swasta untuk memiliki saham dalam aset komersial turnamen dan meminta seluruh anggota FIFA mengkaji ulang rencana tersebut. Mereka menekankan bahwa pengembangan sepak bola dunia seharusnya tetap mengandalkan program yang telah berjalan seperti FIFA Forward, dengan alasan aset berharga sepak bola harus tetap dimiliki oleh komunitas sepak bola. Sebelumnya, UEFA telah menolak rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan mengelola penjualan saham berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia. Presiden FIFA, Gianni Infantino, membutuhkan dukungan dari lebih dari separuh 211 anggota FIFA agar proposal ini dapat dilaksanakan, sehingga penolakan dari konfederasi besar mengancam keberhasilannya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 06.42
Sepp Blatter Ikut Kritik Rencana Infantino Jual Saham Piala Dunia, Netizen Singgung Masa Lalunya
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 14.49
PSSI Dukung Proposal FIFA Jual Sebagian Hak Komersial Piala Dunia
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 05.24
UEFA Pertimbangkan Opsi Boikot Piala Dunia, Respons Proposal Bisnis Baru FIFA
ANTARA News · 2 Agustus 2026 pukul 07.46
Qatar sambut baik penarikan proposal FFE meski akui ada keunggulan
Berita terkait
Kursi Presiden FIFA Goyang, Donald Trump Turun Tangan Bela Gianni Infantino
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 15.36
UEFA Kehilangan Kepercayaan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 09.48
Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 16.06
Luis Figo desak Presiden FIFA Gianni Infantino mundur
ANTARA News · 6 Agustus 2026 pukul 04.30