Relawan PMI Keliling Titik Pengungsi Gempa NTT, Sebar Informasi soal RS Lapangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PMI Kabupaten Manggarai dan Pemerintah Kecamatan Reok menyebarkan informasi keberadaan Rumah Sakit (RS) Lapangan di pengungsian Barang Kolong ke berbagai titik pengungsian. Upaya ini dilakukan karena banyak fasilitas kesehatan terdampak gempa dan belum beroperasi penuh, serta sejumlah titik pengungsian belum memiliki layanan kesehatan langsung.
Relawan PMI dan SIBAT menggunakan megaphone serta kendaraan dinas untuk mengarahkan masyarakat yang terluka atau butuh pengobatan ke RS Lapangan. Informasi disampaikan ke empat titik di Kerukuak (Kelurahan Wangkung), enam tenda di Desa Salama (Kota Reo), dan tiga tenda di Kedutul (Kelurahan Mata Air). PMI terus mengidentifikasi lokasi pengungsian lain yang membutuhkan akses layanan kesehatan.
RS Lapangan Barang Kolong beroperasi 24 jam sejak 15 Agustus, didukung tenaga medis dari RS Pratama Reo, Puskesmas Reo, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dan tenaga kesehatan lokal. Fasilitas dilengkapi tenda pelayanan, obat-obatan, peralatan medis, sekitar enam unit ambulans, serta tabung oksigen. Masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Reok dapat mengakses layanan ini kapan saja.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 21.24
Penanganan Dampak Gempa NTT, Pemerintah Fokus Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar Masyarakat
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 18.53
Pemerintah Siapkan RS Lapangan Tangani Pasien Terdampak Gempa NTT
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.01
Gempa NTT, DPR Minta Kedaruratan Layanan Kesehatan Diterapkan
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 15.51
Cerita Warga Manggarai, Dua Hari Hidup Tanpa Listrik Usai Gempa
Berita terkait
Agus Jabo Ungkap Upaya Kemensos Percepat Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 14.41
Pascagempa NTT, Lebih 5.000 Warga Bertahan di Pengungsian
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 11.41
Lebih 5.000 Warga Korban Gempa NTT Bertahan di Pengungsian
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 10.33
Update Dampak Gempa NTT: Lebih dari 5.000 Warga Bertahan di Pengungsian
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 09.24