Gempa NTT jadi pengingat keberadaan zona aktif di Nusa Tenggara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026, berpusat di laut 30 km timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 km. Bencana ini menyebabkan lima orang meninggal dunia di Mbay, Kabupaten Nagekeo. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dicabut pada pukul 08.30 WITA.
Menurut Aji Syailendra dari Universitas Muhammadiyah Mataram, gempa ini dipicu oleh Sesar Naik Busur Belakang Flores, struktur tektonik aktif yang membentang dari Bali hingga Flores. Sesar ini memiliki potensi gempa hingga M 7,9 dan merupakan pemicu yang sama dengan gempa Flores 1992 serta gempa Lombok 2018. Karakter sesar naik di dasar laut meningkatkan risiko tsunami akibat perubahan vertikal dasar laut, seperti tragedi 1992 yang menyebabkan lebih dari 2.500 kematian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 18.50
Kisah Ahmad, Bawa Keluarga Lari ke Bukit saat Air Laut Surut Usai Gempa 7,7 M
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 17.30
Sesar Flores Pernah Picu 5 Gempa Besar, Makan Korban Hingga Ribuan
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 13.32
Update Korban Gempa M 7,7 NTT: 20 Orang Tewas, 6 Luka-Luka
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 12.50
Mengenal Sesar Naik Busur Belakang Flores, Pemicu Gempa NTT
Berita terkait
Mengenal Megathrust, Potensi Gempa dan Sebarannya di Indonesia
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 13.55
Apa Itu Zona Megathrust yang Kepung Wilayah Indonesia?
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 17.15
BMKG Ungkap Stafnya Sempat Ditahan Warga NTT yang Takut Gempa Susulan
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 22.27
Gempa-Tsunami Landa NTT, Kementerian PU: Pembukaan Akses Jalan Jadi Prioritas
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 17.31