Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gempa NTT jadi pengingat keberadaan zona aktif di Nusa Tenggara

Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026, berpusat di laut 30 km timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 km. Bencana ini menyebabkan lima orang meninggal dunia di Mbay, Kabupaten Nagekeo. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dicabut pada pukul 08.30 WITA.

Menurut Aji Syailendra dari Universitas Muhammadiyah Mataram, gempa ini dipicu oleh Sesar Naik Busur Belakang Flores, struktur tektonik aktif yang membentang dari Bali hingga Flores. Sesar ini memiliki potensi gempa hingga M 7,9 dan merupakan pemicu yang sama dengan gempa Flores 1992 serta gempa Lombok 2018. Karakter sesar naik di dasar laut meningkatkan risiko tsunami akibat perubahan vertikal dasar laut, seperti tragedi 1992 yang menyebabkan lebih dari 2.500 kematian.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait