Mengenal Sesar Naik Busur Belakang Flores, Pemicu Gempa NTT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9324607/original/033045200_1786748708-Jepretan_Layar_2026-08-15_pukul_05.57.36.jpg)
Gempa Magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026, dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust). Struktur tektonik aktif ini membentang ratusan kilometer di dasar laut dari utara Pulau Flores hingga Sumbawa, Lombok, dan Bali. Gempa berpusat di laut, 30 km timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 km.
Sesar ini memiliki potensi menghasilkan gempa hingga M 7,8 - 7,9 dan pernah menyebabkan bencana besar seperti gempa Flores 1992 dan rangkaian gempa Lombok 2018. Karena pergerakannya terjadi di dasar laut secara vertikal, aktivitas sesar ini berisiko memicu tsunami. Pada peristiwa kali ini, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dicabut karena tidak ada kenaikan muka air laut yang signifikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 14.46
BNPB: Gempa Susulan Usai 7,7 M di NTT Capai 731 Kali, Terbesar 6,2 M
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 06.52
Luluh Lantak NTT Imbas Gempa 7,7 M: Ratusan Rumah Rusak, Puluhan Orang Tewas
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 20.47
Riwayat Gempa Bumi NTT Sejak 1898 Hingga 2026, Getaran Kuat di Kedalaman Dangkal
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 19.36
BMKG Catat 235 Kali Aktivitas Gempa Susulan di NTT
Berita terkait
Sejumlah Desa di Selayar Sempat Terendam Air Laut Usai Gempa NTT
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 18.50
Tsunami 1,61 Meter Terjang Pesisir Reo Manggarai Usai Gempa NTT M7,7
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 18.20
Update Data BNPB: Korban Tewas Gempa NTT Capai 38 Orang
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 18.14
Gempa M 7 Guncang NTT, BNPB Catat 38 Orang Meninggal Dunia
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 16.38