Gubernur BI Mundur, Pasar Diuji Ketidakpastian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Keputusan mendadak Perry Warjiyo untuk mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia mengguncang stabilitas pasar keuangan nasional. Langkah ini menempatkan Bank Sentral pada tantangan berat untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak global. Pasar merespons negatif dengan spekulasi terkait ketidakpastian kepemimpinan baru dan arah kebijakan moneter ke depan.
Ekonom dari Sekolah Vokasi UGM, Yudhistira Hendra Pramana, mengimbau agar publik tidak panik. Menurutnya, respons negatif pasar merupakan rational updating, yaitu penyesuaian ekspektasi yang wajar berdasarkan informasi baru. Volatilitas rupiah yang tinggi berdampak langsung pada kenaikan biaya modal dan pembengkakan biaya lindung nilai bagi pelaku impor.
Saat ini, pasar menunggu kejelasan penunjukan pengganti Perry Warjiyo serta arah kebijakan moneter, termasuk implementasi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Yudhistira menekankan pentingnya prinsip growth-friendly stability untuk stabilisasi moneter tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 06.37
Arbitrase Diplomasi Pasar Pasca-Mundurnya Perry Warjiyo
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 15.06
Rupiah Gagal Bertahan, Dolar Menguat ke Rp18.015
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 09.30
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.026 per Dolar AS Pagi Ini
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 09.04
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.000 Lagi
Berita terkait
Eks Menkeu Beberkan PR Gubernur BI Baru: Jaga Rupiah Hingga Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.27
Rupiah dan IHSG Menguat Usai Pidato Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR 2026
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 16.01
Video: Calon Gubernur BI Direspons Positif, Rupiah Lanjut Menguat?
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.25
Video: Prabowo Usul Destry Jadi Gubernur BI, Apa Efeknya ke Rupiah-SBN
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 11.10