Gula Darah Terlalu Rendah Bisa Ganggu Fungsi Kognitif dan Tingkatkan Risiko Demensia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hipoglikemia, atau kadar gula darah di bawah 70 mg/dL, berisiko menurunkan fungsi kognitif dan meningkatkan risiko demensia pada pasien diabetes. Kondisi ini mengganggu metabolisme otak karena glukosa adalah sumber energi utama. Gejala awal meliputi berkeringat, jantung berdebar, dan gemetar, yang jika memburuk dapat menyebabkan kebingungan, penurunan kesadaran, hingga koma.
Penelitian dalam Journal of Cerebral Blood Flow & Metabolism menunjukkan bahwa hipoglikemia berulang memicu stres oksidatif dan kerusakan sinaps, terutama pada area hipokampus dan korteks. Hal ini berdampak pada penurunan memori, perhatian, dan kecepatan pemrosesan informasi. Terdapat hubungan dua arah di mana gangguan kognitif meningkatkan risiko hipoglikemia, dan sebaliknya.
Oleh karena itu, pengelolaan diabetes harus seimbang. Fokus tidak hanya pada penurunan gula darah, tetapi juga pencegahan kadar gula yang terlalu rendah melalui target pengendalian yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Bagikan
Berita terkait
Manfaat Jamur untuk Kesehatan Otak dan Suasana Hati, ini Penjelasannya
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 22.50
Awas Penurunan Daya Ingat, Ahli Saraf Beberkan 7 Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Otak
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.30
Kebiasaan Kurang Bergerak Bisa Picu Risiko Demensia
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 22.46
Penderita Diabetes tak Harus Hindari Camilan, Ini yang Perlu Diperhatikan
Media Indonesia · 5 September 2026 pukul 22.05