Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Harapan Pelaku Sektor Riil Setelah Konsolidasi Sektor Moneter dan Fiskal

Konsolidasi sektor moneter dan fiskal tahun ini diharapkan mendukung pemulihan perekonomian nasional. Dua figur kunci baru dilantik: Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara, yang keduanya sudah berpengalaman sebelumnya. Pemerintah juga mendirikan puluhan ribu unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan mendirikan Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk mengelola aset BUMN guna mendanai pembangunan nasional.

Sektor riil masih mengalami tekanan berat akibat melemahnya nilai tukar rupiah, tingginya biaya energi, dan banjir produk manufaktur selundupan. Akibatnya, sekitar 30 juta UMKM dilaporkan bangkrut, dan jumlah UMKM aktif menurun dari lebih dari 64 juta menjadi sekitar 34 juta. Total pengangguran saat ini melebihi tujuh juta orang, termasuk lebih dari satu juta lulusan sarjana.

Untuk memulihkan sektor riil, pelaku usaha mengharapkan kebijakan fiskal yang ekspansif juga ditujukan pada pemulihan produktivitas, seperti belanja infrastruktur dan insentif pajak. Selain itu, perlunya kebijakan moneter yang menstabilkan harga, menurunkan biaya pinjaman, dan menjaga nilai tukar agar bahan baku impor tetap terjangkau. Penindakan terhadap penyelundupan juga perlu dipertegas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait