Harga Bensin AS Tembus 4 Dolar per Galon di Tengah Perang Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga bensin reguler di Amerika Serikat telah menembus 4 dolar AS per galon, didorong oleh perang dengan Iran yang berlangsung hampir enam bulan. Data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan harga rata-rata mencapai 4,006 dolar per galon pada 10 Agustus, berbanding terbalik dengan proyeksi awal tahun yang memperkirakan penurunan. Proyeksi terbaru memperkirakan harga rata-rata tahun ini di 3,78 dolar per galon, naik dari 3,10 dolar pada 2025.
Tekanan ekonomi terasa melalui inflasi, dengan harga bensin naik 24,6 persen dibanding tahun lalu dan inflasi konsumen mencapai 3,4 persen pada Juli. Dampak merambat ke sektor lain, termasuk penerbangan di mana tarif pesawat naik 25,5 persen dan harga bahan bakar jet melonjak 68 persen sejak Januari. Biaya energi yang lebih tinggi juga mendorong kenaikan harga makanan dan barang.
Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari, menjadi faktor kritis dalam stabilitas harga global. Minyak Brent diperdagangkan sekitar 88 dolar per barel, sedangkan WTI di kisaran 82 dolar. Survei menunjukkan kekhawatiran publik atas dampak perang terhadap biaya hidup, dengan 69 persen warga AS khawatir harga bensin akan naik.
Bagikan
Berita terkait
Harga Emas Pegadaian 1 Oktober 2026, Antam Rp 2,62 Juta per Gram
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 12.36
Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz Selama Sepekan, Tunggu Persetujuan AS
kumparan · 27 September 2026 pukul 04.00
Perang Iran Kuras APBN AS hingga Rp803 T dan Bakal Kerek Inflasi
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 06.00
Bursa Asia Mayoritas Melemah, Harga Minyak Tembus US$106 per Barel
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 08.50