Bursa Asia Mayoritas Melemah, Harga Minyak Tembus US$106 per Barel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bursa saham Asia mayoritas melemah pada perdagangan Selasa (15/9/2026), dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia yang memicu kekhawatiran pasokan energi global. Indeks ASX 200 Australia turun 0,51% ke level 8.705,2, FTSE Bursa Malaysia KLCI melemah 0,46% ke level 1.690,18, dan NZX 50 Selandia Baru terkoreksi 0,28% ke level 13.523,4. Indeks STI Singapura juga melemah 0,27% ke level 5.702,56, sementara KOSPI Korea Selatan turun 0,04% ke level 6.681,98 dan Taiwan Weighted menguat tipis 0,10% ke level 45.816,01. Hanya Nikkei 225 Jepang yang mencatatkan kenaikan sebesar 0,38% ke level 63.732,79.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 10.55
Harga Minyak Tembus US$106 Usai Serangan Houthi Lumpuhkan Pipa Saudi
JawaPos · 14 September 2026 pukul 08.17
Serangan Di Teluk dan Jalur Pipa Arab Saudi Buat Harga Minyak Brent Naik
Berita terkait
Harga Minyak RI Tembus US$ 89/Barel, Naik US$ 7,75 dalam Sebulan
Detik.com · 11 September 2026 pukul 09.57
Harga Minyak Mentah RI Turun Jadi US$ 81,68/Barel
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 07.15
Houthi Serang Arab Saudi Habis-habisan, Minyak Dunia di Ujung Tanduk
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 05.33
Arab Saudi Tutup Jalur Pipa Minyak Kapasitas 7 Juta Barel Setelah Serangan Drone
Liputan6.com · 12 September 2026 pukul 21.03