Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz Selama Sepekan, Tunggu Persetujuan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu satu pekan jika Amerika Serikat (AS) memenuhi persyaratan dalam MoU Juni. Iran juga menyatakan kesediaan mengizinkan inspektur nuklir PBB masuk untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata. Selat Hormuz merupakan jalur krusial bagi 20% minyak dan gas dunia, sehingga penutupannya memicu fluktuasi harga energi global.
Namun, Presiden AS Donald Trump dilaporkan skeptis dan cenderung mempertimbangkan serangan udara daripada menerima proposal tersebut. Sementara itu, ketegangan regional meningkat seiring serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas minyak Arab Saudi dan perebutan wilayah strategis di Laut Merah. Trump mengisyaratkan bahwa keputusan akhir mengenai kesepakatan dengan Iran kemungkinan baru akan terwujud setelah pemilihan umum November.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 25 September 2026 pukul 17.32
Iran Beri Syarat Ini ke AS untuk Buka Selat Hormuz
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 08.44
Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS Menyerang Lagi
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 04.40
Trump Tolak Usulan Gencatan Senjata 7 Hari dari Iran, Ada Skenario Perang Besar
Detik.com · 27 September 2026 pukul 01.09
China Kritik AS di PBB, Minta Hormati Negara Teluk dan Berhenti Ancam Kuba
Berita terkait
AS Blokade Pelabuhan Iran, 103 Kapal Komersial Dipaksa Ubah Haluan
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 14.52
Iran akan Menjatuhkan Sanksi Maritim Terhadap Kapal yang Memasuki Zona Baru Tanpa Izin
VOI · 10 September 2026 pukul 06.00
Iran akan Mengumumkan Zona Maritim Terbatas di Luar Selat Hormuz
VOI · 7 September 2026 pukul 14.00
Kesepakatan Koridor Baru di Selat Hormuz Diperkirakan akan Segera Ditandatangani
VOI · 7 September 2026 pukul 06.00