Harga Minyak Makin Panas, Nyaris Sentuh USD97 per Barel dalam Enam Pekan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak Brent mencapai level tertinggi dalam enam pekan mendekati USD97 per barel pada September 2026, dipicu oleh konflik AS-Iran yang mengurangi pengiriman minyak Timur Tengah hampir separuh. Pengiriman minyak dari produsen Timur Tengah turun dari 18 juta barel per hari menjadi 11 juta barel per hari, sementara arus melalui Selat Hormuz menyurut di bawah 2 juta barel per hari. Namun, harga masih terhindar dari USD100 karena negara produsen Teluk mengalihkan rute ekspor melalui jalur alternatif seperti pelabuhan Arab Saudi dan Mesir. Di sisi lain, produksi non-OPEC (AS, Kanada, Guyana) diproyeksikan menambah 1,4 juta barel per hari, sementara permintaan China melaut turun dari 11 juta menjadi 7 juta barel per hari pada Juli-Agustus 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 09.19
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Brent Tembus US$96 per Barel
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 08.53
Harga Minyak Dunia Hari Ini Melompat Setelah Ketegangan Meningkat di Selat Hormuz
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 21.53
Tiga Dampak Permanen Perang AS-Iran terhadap Ekonomi Global
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 19.22
Harga Minyak Dunia Terus Melonjak akibat Ketegangan AS-Iran
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Makin Mendidih, Kini Sentuh US$ 93,82
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.10
Harga Minyak Bangkit, Ancaman Hormuz Belum Hilang
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 09.15
Harga Minyak Melonjak Setelah AS-Iran Saling Serang
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 15.45
Harga Minyak Dunia Mendidih dalam Sepekan, Solar Tembus Rekor Tertinggi
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 09.00