Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Minyak Melonjak Setelah AS-Iran Saling Serang

Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Asia Rabu, 29 Juli 2026, dengan kontrak berjangka Brent naik 3,42% menjadi US$86,97 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) naik 3,58% menjadi US$82,09 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh memanasnya ketegangan di Timur Tengah setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan rudal balistik terhadap pasukan AS, sementara AS dan Arab Saudi menyerang lokasi yang didukung Iran di Irak.

Selain serangan tersebut, Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris melaporkan aktivitas mencurigakan di Laut Merah, dan serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Sebelumnya, harga minyak sempat melemah pada 28 Juli setelah Iran melakukan pembicaraan dengan Arab Saudi dan Oman mengenai keamanan Selat Hormuz.

Analis memperingatkan risiko terhadap pasokan energi masih tinggi. Goldman Sachs memprediksi harga Brent dapat turun ke US$80 per barel jika Selat Hormuz dibuka kembali sepenuhnya, namun gangguan di Laut Merah dan serangan terhadap infrastruktur Saudi berpotensi mendorong kenaikan harga. Di sisi lain, AS menunda rencana serangan besar terhadap Iran di tengah kekhawatiran mengenai stok amunisi yang menipis.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait