Harga Minyak Tembus US$101, Trump Umumkan Kapan Anjlok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa harga minyak dan gas di AS belum akan turun segeri, tetapi janji penurunan harga akan terjadi tepat setelah pemilu Kongres AS di bulan November. Pernyataannya muncul saat perang AS-Iran memasuki bulan ke-7 dan harga energi global melonjak, dengan minyak Brent mencapai US$101 per barel dan WTI AS di atas US$96 per barel. Trump menghubungkan kenaikan harga energi dengan ancaman nuklir Iran, sekaligus menuduh Iran berupaya memengaruhi hasil pemilu agar pemerintahan AS lemah dan tidak menekan program nuklirnya. Menurutnya, perang dengan Iran akan berakhir segera setelah pemilu karena rezim Iran tidak akan bertahan lama. Trump juga mengklaim militer AS telah menghancurkan 10 kapal tanker Iran dalam seminggu terakhir dan akan ada lebih banyak serangan. Ia memperkirakan harga bensin akan turun di bawah US$2 per galon, namun prediksi ini diragukan oleh analis bahan bakar Patrick De Haan yang menyatakan tidak melihat jaminan penurunan harga tersebut terwujud.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 10 September 2026 pukul 16.00
Presiden Trump Sebut AS Kini Produsen Minyak Terbesar di Dunia
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 15.00
Trump Bilang Harga Minyak Baru Turun Setelah Pemilu Tengah Waktu AS
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 08.14
Trump Bilang Perang Iran Akan Berakhir setelah Pemilu Sela AS
JawaPos · 10 September 2026 pukul 07.47
Harga Minyak Melonjak Kamis Pagi: Brent Tembus USD 101, WTI Naik ke 97
Berita terkait
Sikap Venezuela Usai Trump Kuasai Sebagian Cadangan Minyak
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 06.15
Trump Klaim Kesepakatan Minyak Terbesar! AS Kini Sudah Dapat Kendali Mayoritas Minyak Venezuela
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 12.41
Trump Klaim AS Kuasai 65 Miliar Barel Minyak Venezuela!
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 06.30
Trump Klaim Gandakan Cadangan Minyak AS melalui Kesepakatan dengan Venezuela
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 11.29