Harga Solar Lagi 'Ngamuk', Eropa Ketar-ketir!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga solar global melonjak tinggi akibat serangan kilang minyak di Rusia oleh Ukraina sejak 2022, menurunkan produksi hampir 30%. AS menjadi eksportir solar terbesar dengan harga $6,52 per galon, naik dari rata-rata $3,53 tahun sebelumnya. Presiden Trump meminta Ukraina berhenti serang kilang Rusia dan mempertimbangkan larangan ekspor solar untuk menurunkan harga menjelang pemilihan November 2024. Uni Eropa sangat rentan karena 38% mobil menggunakan solar dan 77% transportasi darat bergantung pada bahan bakar ini. LSM perkiraan biaya tambahan hingga €30 untuk tangki 50 liter, truk Jerman kena biaya €236 mingguan. Total biaya tambahan Eropa mencapai €40 triliun sejak awal konflik. Gangguan pada kapasitas kilang menjadi penyebab utama lonjakan harga, bukan kurangnya minyak mentah. Musim dingin menambah tekanan permintaan untuk solar dan minyak pemanas ruang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 17.05
Bos IMF Peringatkan Dunia 'Winter is Coming!', Ada Apa?
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 08.17
Ancaman AS Setop Ekspor Diesel Makin Serius! Eropa Bakal Kelabakan, Pasar Energi Remuk
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.47
BBM-LPG 3 Kg Dipangkas pada 2027, Beban Energi Pindah ke Rakyat?
Berita terkait
Trump Mau Setop Ekspor Solar AS, Harga Dunia Bisa Makin Gila
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 13.25
Harga Solar Sentuh Rekor Tertinggi di 44 Negara Bagian AS
Liputan6.com · 19 September 2026 pukul 20.27
Rakyat AS Merana Trump Suka Perang, Harga Solar Mahal Banget
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 20.30
Bos IMF Wanti-wanti Dunia soal Inflasi dan Suku Bunga: Winter is Coming
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 16.11