BBM-LPG 3 Kg Dipangkas pada 2027, Beban Energi Pindah ke Rakyat?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah dan Banggar DPR RI sepakat memangkas subsidi BBM dan LPG 3 kg pada RAPBN 2027 sebesar Rp131,39 triliun, turun Rp11,4 triliun dari usulan awal Rp142,8 triliun. Subsidi JBT disisihkan Rp28,34 triliun, sedangkan LPG 3 kg Rp103,05 triliun. Penurunan subsidi ini diproyeksikan memicu keterbatasan pasokan Pertalite Cs dan LPG 3 kg, bukan kenaikan harga langsung. Kelompok paling terpukul meliputi rumah tangga berpendapatan rendah, pekerja informal, usaha mikro makanan, nelayan, petani sasaran, serta keluarga di daerah dengan pilihan energi terbatas. Pengamat Syafrudin Karimi menekankan perlunya pengetatan sasaran penerima subsidi untuk mengalihkan beban penyesuaian dari masyarakat rentan ke pengguna yang tidak berhak. CEO IESR Fabby Tumiwa menyatakan sekitar 30-40 persen pembeli LPG 3 kg bukan dari kelompok miskin, melainkan restoran besar dan rumah tangga mampu, sehingga pemangkasan kuota harus diimbangi dengan kontrol distribusi dan diversifikasi energi seperti kompor listrik, CNG, dan biomassa.
Bagikan
Berita terkait
Derita Warga Negara Mata Uang Anjlok, Gaji Naik Tapi Ga Ngejar Inflasi
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 17.40
Subsidi BBM Cs Ditata Ulang, Ketua Komisi XI DPR Beberkan Urgensinya
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 12.45
Kunci Kebijakan Subsidi BBM Tepat Sasaran: Data Harus Akurat!
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 09.50
Bos IMF Wanti-wanti Dunia soal Inflasi dan Suku Bunga: Winter is Coming
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 16.11