Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Hasil Belum Dirilis, Amran Beberkan Update Uji Lab Beras Fortifikasi

Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas Amran Sulaiman memberikan update terkait hasil uji laboratorium beras fortifikasi yang sebelumnya ditemukan tidak sesuai standar. Ia menyatakan bahwa hasil pemeriksaan tersebut masih dalam proses dan belum dapat diumumkan secara pasti. "Ya berdoa. Tunggu," katanya saat ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (7/9/2026). Terkait rencana penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) khusus beras fortifikasi, pemerintah belum mengambil keputusan dan kebijikan tersebut masih akan dikaji lebih lanjut.

Sebelumnya, Amran mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan dari empat laboratorium menunjukkan lebih dari 90% beras fortifikasi yang diperiksa tidak sesuai standar. Temuan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI. "Izin Bu, 90% itu tidak benar (tidak sesuai standar). Dulu, yang seperti ini dialihkan dari beras medium ke premium. Sekarang alhamdulillah ini sudah baik. Ternyata pindah kelakuan ini ke fortifikasi yang tidak ada vitaminnya, Bu. Nggak ada di dalamnya (kandungan vitamin)," katanya.

Bapanas juga mencatat bahwa dari 28 merek beras fortifikasi yang diperiksa di seluruh Indonesia, 27 berstatus Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan hanya satu yang memenuhi syarat. Persoalan ini menjadi perhatian karena beras tersebut dipasarkan dengan label fortifikasi, tetapi kandungan vitamin yang diklaim tidak ditemukan dalam pemeriksaan laboratorium. Harga rata-rata beras fortifikasi yang tidak memenuhi syarat mencapai Rp23.385 per kg, sementara beras pembanding berada di level Rp13.689 per kg. Dengan asumsi konsumsi beras nasional sebesar 9,2 juta ton per tahun, potensi kerugian konsumen dapat mencapai Rp89,19 triliun.

Berita terkait