Temukan 93 Persen Sampel Tak Sesuai, Pemerintah Kejar Oknum Permainan Beras Fortifikasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hasil pengujian laboratorium terhadap beras yang diklaim sebagai produk fortifikasi menunjukkan 93 persen dari 178 sampel yang diperiksa di 11 provinsi tidak memenuhi ketentuan. Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa banyak produk beras fortifikasi yang diperiksa justru tidak mengandung zat gizi yang diperlukan, meskipun dijual dengan harga jauh lebih tinggi dibanding beras biasa. Contohnya, beras yang dibeli dengan harga Rp 13.500 dijual kembali dengan harga Rp 40.000, yang menurutnya merupakan bentuk penipuan karena konsumen tidak mendapatkan nilai tambah yang dijanjikan. Pemerintah akan menelusuri produk dan pelaku usaha di balik dugaan penyalahgunaan klaim fortifikasi ini. Pengawasan masih berlangsung untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 1 September 2026 pukul 20.23
Mentan Ungkap Aksi Culas Bisnis Beras, Masyarakat Rugi Rp 89 Triliun
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 18.50
Amran Bongkar Kecurangan Produsen Beras, "Curi" Duit Warga RI Rp89 T
Berita terkait
Konsumen Merugi, Begini Modus Licik Beras Fortifikasi
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 08.00
Gebuk Mafia, Kepala Bapanas Pastikan Pengawasan Beras Fortifikasi Makin Tajam
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.12
Kenapa Beras Fortifikasi Menjamur di Retail Modern?
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 19.32
Kata-Kata Mendag Saat Angkat Bicara Soal Temuan Beras Fortifikasi
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 13.40