Amran Bongkar Kecurangan Produsen Beras, "Curi" Duit Warga RI Rp89 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Bapanas dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan temuan beras fortifikasi yang tidak sesuai standar dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI. Hasil pemeriksaan dari empat laboratorium menunjukkan bahwa lebih dari 90% beras fortifikasi yang diuji tidak mengandung vitamin sebagaimana klaim pada labelnya. Dari 28 merek yang diperiksa, 27 diantaraanya berstatus Tidak Memenuhi Syaring (TMS), hanya satu merek yang memenuhi syarat. Akibatnya, harga beras fortifikasi rata-rata mencapai Rp23.385 per kg, jauh di atas harga beras pembanding seharga Rp13.689 per kg, dengan selisih harga sekitar Rp9.695 per kg. Dengan asumsi konsumsi beras sebesar 9,2 juta ton per tahun, kerugian potensial bagi konsumen diperkirakan mencapai Rp89,19 triliun. Amran menyatakan bahwa temuan ini akan ditindaklanjuti bersama penegak hukung melalui Satgas Pangan, setelah data dari empat laboratorium dikumpulkan dan dilaporkan secara lengkap.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 20.13
Amran Bongkar Beras Fortifikasi Tanpa Vitamin, Untung Rp22 Juta/Truk
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 16.30
Amran Sulaiman Minta Pejabat Bapanas Pelototi Harga Beras
Berita terkait
Konsumen Merugi, Begini Modus Licik Beras Fortifikasi
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 08.00
Katanya Stok Beras Melimpah, Kok Harganya Mahal? Ini Penjelasan Bapanas
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 10.25
Bapanas Ungkap Alasan Harga Beras Terus Naik Meski Stok Melimpah
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 18.15
Bantuan Korban Gempa NTT Capai Rp100 Miliar, Amran: Makan Tak Boleh Ditunda
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 12.04