Polisi Dalami Dugaan Racun Penyebab Kematian Sutrimo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322174/original/024380400_1786520103-9e8bfc4f-19ee-479b-9ccf-3a5a1602d715.jpg)
Tim Dokter Forensik melakukan ekshumusi dan autopsi terhadap jasad Sutrimo di Banyumas pada 12 Agustus 2026. Pemeriksaan eksternal dan internal tidak menemukan luka kekerasan tumpul atau tajam. Dokter mengambil puluhan sampel dari lambung, jantung, kulit, serta swab untuk toksikologi, histopatologi, dan DNA. Sutrimo diketahui meninggal pada 23 Juli 2026 dan jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut. Saat meninggal, korban mengalami buih di hidung dan mulut yang tidak terlihat saat makam dibongkar. Tim forensik menyatakan hasil laboratorium akan selesai dalam dua sampai tiga minggu untuk menentukan penyebab kematian. Penyidik Polda Metro Jaya telah meningkatkan perkara dari penyelidikan ke penyidikan dan telah memeriksa delapan saksi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 22.26
Polda Metro Periksa 8 Saksi Terkait Kasus Kematian Sutrimo
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 18.41
Tim Forensik Swab Jasad Sutrimo Saat Ekshumasi, Cari Penyebab Kematian
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.31
Ekshumasi Sutrimo, Tim Dokter Tak Temukan Luka Benda Tajam-Tumpul
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 13.04
Ahli Racun Turut Dilibatkan Periksa Jenazah Sutrimo
Berita terkait
Polisi Kerahkan Sederet Ahli Autopsi Ulang Jasad Sutrimo
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 13.05
Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Begini Cara Kerja Tim Forensik Ungkap Penyebab Kematian
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 14.35
Ekshumasi Sutrimo Dimulai, Sampel Diambil untuk Pastikan Penyebab Kematian
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 12.44
Kubu Febrie Bantah Isu Sutrimo Pernah Jadi Kepala Rumah Tangga
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 12.36