Tim Forensik Swab Jasad Sutrimo Saat Ekshumasi, Cari Penyebab Kematian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim dokter forensik dan Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Banyumas, Rabu (12/8/2026) selama 3,5 jam. Prof Yudi, ketua tim forensik, menyatakan jenazah sudah dalam kondisi pembusukan setelah tiga pekan dimakamkan, sehingga buih di mulut dan hidung yang dilaporkan saat meninggal tidak lagi ditemukan. Tim tetap melakukan swab serta pengambilan sampel kulit, organ dalam (lambung, jantung), dan jaringan untuk uji toksikologi, DNA, dan histopatologi guna menentukan penyebab kematian. Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri pada 23 Juli dan meninggal di RS Muhammadiyah Taman Puring. Polisi menerapkan pendekatan scientific crime investigation dalam penyelidikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 10.04
Fakta-Fakta Terbaru Ekshumasi Jenazah Sutrimo oleh Polda Metro Jaya
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.31
Ekshumasi Sutrimo, Tim Dokter Tak Temukan Luka Benda Tajam-Tumpul
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 11.28
Makam Sutrimo Mulai Dibongkar, Ekshumasi Jasad Libatkan Ahli Forensik
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 09.52
Kesaksian Pengacara Keluarga Saat Makam Sutrimo Diekshumasi Polisi
Berita terkait
Hasil Ekshumasi Sutrimo Sudah Keluar, Polda Metro Segera Umumkan
Detik.com · 16 September 2026 pukul 13.26
Polda Metro Jaya Periksa 27 Saksi Kasus Kematian Sutrimo
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.20
Tak Ada Luka Kekerasan, Labfor Cek Kandungan Racun di Tubuh Sutrimo
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 11.31
Ekshumasi Jenazah Sutrimo Digelar Pagi Ini, Dipimpin Brigjen Hastry
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 09.12