Jakarta · Kamis, 24 September 2026Cari
WargaKonoha

Heboh Cucu Gunung Krakatau Muncul di Selat Sunda, Pakar Bilang Gini

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak 2 Juli 2026 hingga 3 September 2026, total 224 kali erupsi, yang menyebabkan terbentuknya daratan baru bernama 'Cucu Gunung Krakatau' di Selat Sunda. Daryono dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia menjelaskan bahwa daratan ini bukan gunung api independen, melainkan akumulasi material vulkanik seperti abu, batuan, dan lava yang mengendap di laut akibat erupsi. Proses pembentukan dipengaruhi oleh dasar laut yang dangkal di kaldera sisa letusan 1883 serta dinamika arus dan gelombang laut yang membawa sedimentasi ke area yang lebih tenang.

Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan penambahan luasan daratan sebesar 32,8 hektar pada sektor barat laut hingga barat daya Gunung Anak Krakatau, berdasarkan citra satelit Sentinel hasil erupsi 4-6 September 2026. Terdeteksi pula 'gumuk pulau kecil' di sebelah barat laut dan tenggara, yang diduga terkait dengan erupsi selama sekitar 25 jam. Namun, kemunculan ini mas masih dalam tahap dugaan dan perlu diverifikasi melalui pengecekan lapangan.

Status Gunung Anak Krakatau diturunkan dari Level III (Siaga) ke Level II (Waspada) pada 21 September 2026 pukul 18.30 WIB. Daryono menegaskan bahwa untuk dikategorikan sebagai gunung api, suatu daratan harus memiliki saluran magma mandiri, aktivitas erupsi magmatik sendiri, dan struktur geologis serta deformasi yang sesuai. Masyarakat diimbau untuk tidak terprovokasi oleh isu spekulatif dan selalu merujuk pada informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Diberitakan juga oleh


Berita terkait